Pendahuluan
Allah berfirman dalam alQur’an surat al-Qamar di ulang 3x
dalam ayat 17, 22,dan 32, yang artinya :
"dan Sesungguhnya
telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil
pelajaran?"
Ayat
ini membangkitkan kesadaran bahwa alQur’an itu mudah untuk di pelajari, di fahami
dan di amalkan. Allah telah memberi jaminan tentang hal itu dalam firmanNya
tersebut, meskipun pada kenyataannya, kebanyakan orang mengatakan bahwa bahasa
arab itu sulit.
AlQur’an itu sulit di pahami. hal ini di sebabkan oleh karena
kebanyakan umat Islam tidak mengerti
bahasa arab dalam alQur’an. Maka melalui program terjemah alQur’an
ini, di ketengahkan cara belajar terjemah alQur’an dengan mudah dan cepat yang bisa di
pakai untuk umum (segala umur) meskipun penyusunan buku panduan yang kami
gunakan, di peruntukkan bagi santri pasca TPQ.
Penyusunan buku tersebut baru memuat terjemah alQur’an
juz 1 saja, karena hasil penelitian terakhir melalui indeks kosakata yang
termuat dalam juz 1 telah mewakili 79% kosakata dalam alQur’an . Sehingga kalau telah hafal
terjemah juz 1, maka berarti ia telah menguasai 79% terjemah dalam alQur’an.
Oleh karenanya, dalam mempelajari program terjemah alQur’an ini, harus mengikuti
petunjuk-petunjuk sebagai berikut:
A. Umum
1.
Anggota kelompok belajar 10-12 peserta.
2.
Jadwal pertemuan minggu 1x / 2x / 3x.
3.
Setiap pertemuan selama kurang lebih 60 menit.
4.
Di pandu seorang Ustadz/ah
5.
System pengajaran CBSA.
6.
Setiap pertemuan kurang lebih 4 ayat di sesuaikan
dengan kondisi ayat.
7.
Buku terjemah alQur’an lafdhiyyah, berfungsi sebagai kamus
saja, bukan buku pegangan.
B. Untuk Santri
1.
Bisa baca alQur’an dengan tartil.
2.
Membawa alQur’an saja (bukan terjemahnya).
3.
Tidak menulis terjemahan dalam alQur’an.
4.
Mengulang pelajaran di rumah setiap hari kurang lebih
20 menit (untuk menjaga dan meningkatkan hafalan).
5.
Datang dan pulang tepat waktu.
6.
Tidak boleh absen. Kalau absen, menyusul
ketertinggalannya pada temannya (santri peserta) atau ustadz/ah.
7.
Punya wudlu’.
8.
Mematuhi petunjuk ustadz/ah.
9.
Menghafalkan dengan sungguh-sungguh setiap materi
terjemah.
C. Untuk Ustadz/ah
1.
Mengerti bahasa arab dan nahwu.
2.
Menepatkan arti sesuai dengan bentuk
lafadz/kalimatnya.
3.
Mematangkan diri dengan ilmu dan metode yang di
perlukan.
4.
Berorentasi kepada santri.
5.
Menasehatkan tajwidnya.
6.
Disiplin menepati waktu.
7.
Mengingatkan kembali sebuah lafadz baru, dari pelajaran
baru.
8. Selalu memberikan
jawaban atas pertanyaan santri.
Urutan Kegiatan:
1. Pendahuluan,
kurang lebih 5 menit :
Salam,
Berdo’a,
Menyiapkan pelajaran,
Absen santri.
2.
Evaluasi pelajaran yang lalu (pre test) untuk
pertemuan ke 2 dan seterusnya, selama kurang lebih 5 menit.
3.
Pelajaran baru kurang lebih 25 menit.
4.
Evaluasi (post test) kurang lebih 25 menit, setiap
peserta membaca secara bergilir, di mulai dari yang pandai.
5. Penutup :
kesimpulan dan do’a kurang lebih 5 menit.
Cara Mengajar
1. Ustadz/ah
membaca ayat dengan tartil dan fasih, di tirukan santri sampai semua benar.
2.
Ustadz/ah membaca perlafadz dengan terjemahnya, santri
menirukan.
3.
Di ulang 2 atau 3 kali (no.2).
4.
Ustadz/ah mengucapkan perlafadznya, santri mengucapkan
terjemahnya.
5.
Santri mengucapkan perlafadz dan terjemahnya.
6.
Santri mengucapkan terjemahnya saja, dengan menunjuk
pada ayatnya.
7.
Ustadz/ah menyampaikan dengan singkat,
maksud/kandungan ayat.
8.
Melanjutkan ayat berikutnya (kembali seperti
no.1,2,3,4,5,6 dan 7)
9. Ustadz/ah
menerangkan hubungan antar ayat (jika ada).
Evaluasi
Porsi evaluasi sama dengan pelajaran, karena dalam
evaluasi ini, terjadi pemantapan materi dan kemampuan santri.
Model kegiatan evaluasi :
1. Menyuruh baca
lafadh ayat dan terjemahnya.
2.
Menanyakan arti lafadh ayat.
3.
Menanyakan lafadh ayatnya.
4.
Menyempurnakan terjemahnya.
5.
Menanyakan isi (kandungan) ayat dengan singkat.
6. 2 santri
berhadapan, 1 membaca lafadz, yang lain menterjemah dan sebaliknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar